Medialiputanindonesia.com, (BEKASI) -Bhabinkamtibmas Desa Sindangmulya Bripka Rudiyanto melaksanakan kegiatan pemasangan spanduk himbauan kamtibmas di Masjid Jamie Zahratul Madinah, Perum Mutiara Bekasi Jaya, Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Rabu (16/01) pukul 15.45 Wib.

“Tujuan dari kegiatan pemasangan spanduk larangan kampanye di tempat sarana Ibadah (red-Masjid ) menyebarkan Hoax, Issue Sara dan Radikalisme di tempat Sarana Ibadah,” kata Bhabinkamtibmas Desa Sindangmulya Bripka Rudiyanto. Rabu (16/01) pukul 15.45 Wib.

Dalam kesempatan ini, Bhabinkamtibmas Desa Sindangmulya Bripka Rudiyanto di dampingi wakil Ketua DKM H.Sugeng, serta memberikan himbauan kamtibmas guna terciptanya situasi keamanan yang kondusif di wilayah Kecamatan Cibarusah, Khususnya Desa Sindangmulya.

“Langkah ini menggambarkan upaya preventif mencegah digunakannya isu suku agama ras dan antargolongan (SARA) dalam pesta demokrasi yang digelar serentak tanggal 17 April 2019 nanti,”jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Kapolsek Cibarusah AKP Sukarman, SH yang menerangkan bahwa Kita berharap munculnya kampanye positif tanpa SARA dari umat seiring pemasangan spanduk yang dilakukan bersama-sama DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) maupun pengurus tempat ibadah lainnya. Dengan langkah ini kita berharap tak ada lagi riak-riak kampanye berbasis agama,” terangnya.

Kapolsek Cibarusah, mengapresiasi kerukunan dan kesolidan yang ditunjukkan para pengurus tempat ibadah di Kecamatan Cibarusah. Sukarman optimis virus intoleransi ataupun politisasi agama yang kadang mencuat pada saat Pemilu, diharapkan tidak akan muncul di kawasan Cibarusah, sehingga perlu dicontoh daerah lain di Kabupaten Bekasi.

“Saya optimis tidak akan ada intoleransi ataupun politisasi agama di Cibarusah. Langkah yang dilakukan oleh Polsek Cibarusah dengan unsur tiga pilar lainnya harus dicontoh wilayah lain di Kabupaten Bekasi,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Cibarusah meminta masyarakat berperan aktif menyampaikan kepada pihak seperti panitia pengawas pemilu (panwaslu) ataupun kepolisian bila menemukan adanya penggunaan SARA dalam kampanye di daerahnya.

“Masyarakat harus peduli bahwa penggunaan SARA itu berbahaya dan menciptakan gangguan keamanan maupun ketertiban. Saya berharap masyarakat juga menjadi pengawas dan melaporkan bila ada kampanye menggunakan SARA,” pungkas AKP Sukarman.(A.riri).