Medialiputanindonesia.com, (JAKARTA) – Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyatakan harapannya agar Paket Kebijakan Ekonomi Ke-16 yang baru saja dirilis pemerintah, ditunda realisasinya.

“Jadi pada saat ini kami, sih, merekomendasikan pemerintah janganlah terburu-buru. Mendingan kita evaluasi bersama-sama sehingga ditunda dulu. Jangan langsung kita laksanakan sebelum kita tahu apa isinya benar,” tandas Shinta di Hotel Shangri-la, Jakarta.

Pelaku usaha, menurut Shinta, bingung atas kebijakan pemerintah yang mengeluarkan 54 bidang usaha dari Daftar Negatif Investasi (DNI). Kebijakan ini dikeluarkan pemerintah tanpa melibatkan pelaku usaha. Apindo kini mengkaji mendalam kemungkinan dampak negatif paket kebijakan dimaksud terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM).

“Jadi ternyata banyak sekali misinterpretasi. Nah, pada saat ini, posisi kami, kan, belum dikonsultasikan. Nggak diajak konsultasi. Jadi sekarang kita mau lihat dulu,” ia mengutarakan.

Shinta lalu mengimbau pemerintah segera melakukan komunikasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Apindo, dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Pertemuan dibutuhkan guna menghindari polemik.

“Jadi negatif sekali, kan. Asing satu sisi ngeliat, wah, ini ada apa. Jadi saya menyayangkan itu saja, sih. Kenapa kami nggak sama-sama dorong dengan pemerintah lebih terbuka untuk komunikasikan ini, sehingga jelas dulu sebagai perwakilan dunia usaha kemudian sama-sama kita komunikasikan ke publik,” papar Shinta lagi.(A.riri/Piter.riri).