Medialiputanindonesia.com, (JAKARTA) – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto-Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno kembali melaporkan kondisi besaran dana kampanyenya, berikut rincian pemanfaatannya.

Pemaparan ini sesuai komitmen dan janji pasangan calon (paslon) nomor urut 02 ini untuk senantiasa transparan kepada masyarakat. Rilis keuangan tim sukses (timses) Prabowo-Sandiaga dilakukan setiap bulan.

Sandiaga mengungkapkan kondisi terakhir atau total penerimaan dana kampanye Prabowo-Sandiaga hingga kini mencapai Rp31,7 miliar. Sumber dana ini berasal dari penyumbang terbesar yakni Cawapres Sandiaga sebesar Rp25,567.238.239 miliar.

Penyumbang kedua terbesar dari Capres Prabowo sebanyak Rp 3.761.439.000 miliar. Selanjutnya Partai Gerindra menyumbang Rp1,389.942.500 miliar. Tercatat pula partisipasi perorangan sebesar Rp10,050.000 juta dan kelompok Rp 2,570.000 juta. Total dana tersebut dipakai buat kampanye per periode 23 September-22 Oktober 2018.

Dipaparkan, total pengeluaran dana kampanye BPN Prabowo-Sandiaga sebesar Rp16,927.997.796 miliar. Biaya ini untuk pertemuan tatap muka sebesar Rp1,838.907.221 miliar, pertemuan terbatas Rp14,225.764 juta, dan kegiatan lain yang tidak melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) dan perundang-undangan Rp14,703.161.700 miliar. Operasional lain-lain senilai sebesar Rp283,778.657 juta.

Dana kampanye, menurut Sandiaga lagi, juga dikeluarkan buat pengeluaran modal dengan total biaya Rp87,894.454 juta, pembelian peralatan Rp37,894.454 juta, dan pengeluaran modal lain-lain Rp50,000.000 juta.

“Kami menerapkan satu inovasi baru yaitu ada sistem internal audit yang diharapkan bisa melacak jika ada beberapa hasil keuangan yang tidak lazim. Perlu dipastikan semua transaksi keuangan dalam prinsip know your contributors. Ada prinsip KYC,” ulas Cawapres Sandiaga pada jumpa pers di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Oktober 2018.

Sandiaga menambahkan, dana yang dipaparkan tersebut belum total seluruhnya. Hal ini disebabkan saat dirinya dan Capres Prabowo berkampanye ada saja warga yang menyumbang. Sumbangan ini belum dibukukan. Penerimaan dimaksud segera dicatat dan dilaporkan pada bulan berikut.

“Setiap kunjungan, saya dan Pak Prabowo menerima dana sumbangan dari masyarakat. Ada yang tiga juta, tujuh juta, ada yg dua juta rupiah. Ini belum ter-capture semuanya,” ungkap Cawapres berlatar belakang bisnis ini.

Sandiaga menyebut besaran dana kampanye Paslon Nomor Urut 02 terbilang “paket hemat” alias pahe. Diapun berharap timnya dapat menghimpun dana yang lebih besar guna memenuhi kebutuhan kampanyenya.

“Kalau dilihat ini sangat ‘pahe’. Kami terus terang belum ada sumbangan yang signifikan dari nonpaslon. Kami berharap di bulan-bulan selanjutnya ada perbaikan kinerja fundraising. Kami mencoba meminta donasi atau sumbangan, perorangan maupun dari kelompok usaha, yang tidak melanggar aturan yang sudah ditetapkan,” ungkapnya.(A.riri/RE).