MediaLiputanIndonesia.com, (Bengkulu) -, Dalam kegiatan pembangunan dana desa tahun 2018 Desa Senak, Kecamatan Lungkang Kule, Kabupaten Kaur, Bengkulu. Keluar Dari RAB, Minggu (30/12/2018).
Minaslan sebagai Kepala Desa Senak.

Menurut keterangan Kepala Desa Senak Minaslan mengatakan, Mulai dari pembangunan jalan Rabat Beton yang sepanjang 153 m dan Lebar 3 m sudah selesai dikerjakan, dengan menggunakan bahan campuran material Kerokos dan semen sebagai alat cor jalan Rabat Beton di desa kami menuju lokasi perkebunan masyarakat.

Lanjutnya, Selain jalan Rabat Beton. tahun ini ikut membangun 2 unit sumur bor, dengan tujuan agar dapat melakukan pengambilan air bersih bagi Masyarakat lebih mudah. Terangnya.

Minaslan menambahkan, terkait pembuatan RAB kegiatan dana Desa tahun 2018 ini, menggunakan jasa orang lain yaitu Pak Abib warga Desa Manau IX, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, kendati pembiayaan pembuatan RAB tersebut tidak termasuk dalam anggaran kegiatan dana desa, Mengingat SDM tpk di desa kami belum mampu membuat RAB kegiatan tersebut. Pungkas Minaslan dengan awak media.

Seharusnya Pembelian matrial galian C tersebut, seperti Koral Bersih dan Pasir. Diperkirakan Harganya Rp. 250.000/1M3. Diganti Kerokos Pasir Campur Batu, yang harganya menjadi Rp. 125.000/1M3. Dan dalam pembuatan RAB seharusnya tidak menggunakan jasa orang lain sampai menelan biaya jutaan rupiah.

Sementara itu Tokoh Pemuda Kaur Aprin Taskan, sangat menyayangkan peran pihak pengawasan dana desa sangat lemah sekali, seperti satuan bahan campuran pembuatan Rabat Beton tersebut hanya menggunakan material kerokos saja, padahal perencanaan pembuatan secara standar menggunakan koral bersih dan pasir, serta nilai pembeliannya lebih murah. Ungkap Aprin Taskan.

Aprin juga menambahkan sangat disayangkan pembuatan RAB melalui jasa orang lain, sementara anggaran untuk membiayai jasa tersebut dari dana mana, ini lah lemahnya pungsi pengawas dana desa ini. Dan diharapkan dengan BPK dan BPKP Bengkulu dapat memeriksa desa Senak tersebut, sebagai desa yang terindikasi melakukan Dugaan Korupsi, Pungkas Aprin. (Hendra).