Medialiputanindonesia.com, (BEKASI) – Penyegelan tempat hiburan malam (THM) di Ruko Menteng, Ruko Singaraja dan Inul Vizta Lippo Cikarang Desa Cibatu Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi Jawa Barat memasuki tahap akhir. Dari jadwal penyegelan (red-penutupan) yang sudah dilaksanakan dimulai 09 Oktober hingga 17 Oktober sudah di lakukan secara bertahap, Selasa (16/10) Pukul 10.00 WIB.

Penyegelan di lakukan oleh Satpol PP Kabupaten Bekasi dengan cara menempelkan kertas berwarna kuning bertuliskan “Bangunan ini disegel” berdasar Perda No 3 tahun 2016 tentang penyelenggaraan Kepariwisataan yang isinya melarang segala kegiatan yang bertentangan dengan norma agama beroperasi di wilayah Kabupaten Bekasi.

Dalam kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kadarudin Kasi penegak Perda Sat Pol PP Kabupaten Bekasi. Adapun dua lokasi tempat yang disegel yaitu Ruko Menteng yang terdapat empat tempat hiburan malam seperti Karaoke Apple, Karaoke Haeven, Karaoke Infinity dan Karaoke Rose. Sementara di Ruko Singaraja ada delapan tempat hiburan malam meliputi Resto/karaoke Lulu Lala, Karaoke Miho, Restoran dan Cafe Steven, Stylistic Cafe, Karaoke Vanilla, Lotus Cafe, White Cafe serta Kang Nam Resto dan karaoke

Hal serupa juga dilakukan terhadap karoke keluarga Inul Vizta yang berada di parkir Mall Lippo Cikarang tanpa tebang pilih.Setelah dilakukan penyegelan Kasi Penegak Perda dan penangggung jawab THM yg disegel menandatangani berita acara penyegelan.

Terpisah, Kasat Pol PP Hudaya mengatakan tempat ini kita pilih secara objektif, tidak ada dasar like or dislike,” ucapnya.

Hudaya memastikan tempat karaoke atau usaha kepariwisataan lainnya yang melanggar Perda No 3 Tahun 2016 tentang kepariwisataan di daerah lainnya di Kabupaten Bekasi akan ditutup termasuk yang menjadi fasilitas hotel.

“Semua tempat karaoke kita segel karena di Perda kita tidak mengecualikaan apakah itu karaoke hotel, karaoke keluarga dan lainnya. Yang jelas penyegalan kita lakukan sesuai dengan mekanisme yang ada,” kata dia.

Hudaya berharap para pelaku usaha kepariwisataan di Kabupaten Bekasi bisa mentaati Perda No 3 Tahun 2016. “Kami berharap mereka pengusaha bisa patuh dengan apa yang sudah kita lakukan. Kalau masih melanggar dan sampai membuka segel, jelas masuknya ranah pidana,” tandasnya.

Sementara itu Kapolsek Cikarang selatan Kompol Alin Kuncoro, S.Pd menjelaskan ketika ditemui di ruang kerjanya, “Langkah pihak Polsek Cikarang Selatan dengan melakukan pengamanan terbuka dan tertutup terhadap kegiatan penyegelan serta melakukan penggalangan terhadap pekerja THM yang menyaksikan penyegelan agar tidak melakukan perlawanan kepada petugas. Sudah menjadi kewajiban pihak Kepolisian melakukan pengamanan jalannya penyegelan yang di lakukan pemerintah daerah,” ujar Kapolsek.

Masih menurut Kapolsek, dengan menurunkan anggota Kepolisian untuk melakukan, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Cikarang Selatan tetap aman dan kondusif,” Pungkasnya.(A.riri).