Medialiputanindonesia.com, (BEKASI) – Memasuki akhir tahun 2018 ini para orang tua disibukan dengan beban biaya yang di pungut pihak sekolah, berbagai macam kebutuhan naik harus ditanggung para orang tua, terlebih menjelang Natal dan Tahun Baru.

Meski untuk urusan pendidikan sudah ditanggung oleh Pemerintah baik Pusat maupun Daerah, namun masih banyak sekolah yang melakukan dugaan Pungli dengan berbagai dalih.

Sekolah sering kali meminta biaya, mulai dari biaya formulir pendaptaran ulang, biaya buku dan LKS, pengembangan ruang kelas, atau perpustakaan, sampai uang les (tambahan pelajaran), biaya praktikum, kegiatan ekstrakulikuler, iuran kebersihan dan keamanan, biaya study tour, biaya wisuda kelulusan, sumbangan pengembangan Sekolah (perpustakaan laboratorium).

Bahkan ada Sekolah memungut biaya untuk renovasi gedung, potongan tabungan sebesar 10%, bahkan buku raport pun harus ditebus dengan berbagi macam nominal, mulai dari Rp.10 ribu hingga Rp 20 ribu, tapi ternyata biaya-biaya tersebut termasuk jenis Pungli Sekolah.

Pungutan Liar (Pungli) artinya biaya yang harus dibayar untuk mendapatkan fasilitas dan layanan yang mestinya tak perlu keluar biaya, apalagi jika kita mengacu pada peraturan Mendikbud no 44 tahun 2012.

Diketahui, Pemerintah sudah mengalokasikan uang untuk sekolah melalui Bantuan Oprasioanl Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), ada juga dana alokasi khusus dari anggaran daerah (APBD).

Berdasarkan ketentuan petunjuk teknis Dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) tahun 2014 Kemendikbud, dana dari Pemerintah bisa dimanfaatkan untuk membiayai oprasional sekolah dan tidak harus membebani para wali murid.

Berdasarkan hasil pantauan Medialiputanindonesia.com, hal ini terjadi di SDN 01 Ciantra yang berada di jalan raya Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi Jawa barat, dan secara umum tidak mustahil hal tersebut terjadi secara keseluruhan di Kabupaten Bekasi.

Adapun yang paling Dominan adalah Dugaan Pungli penyewaan buku paket yang di sediakan dinas sebagai sarana acuan kurikulum belajar para siswa dan siswi sebesar Rp 8.000,- per buku dan pergantian raport kurtilas yang di kenakan sebesar Rp 70.000.-persiswa. Dan hal ini dilakukan oleh oknum Sekolah Dasar dan SDN 01 Ciantra yang ada di Kecamatan Cikarang Selatan.

MG (35) orang tua siswi kelas 3 harus rela membayar uang sewa buku paket dan uang pergantian raport kurtilas anaknya kemarin.

“Masa buku paket di Sewakan, padahal bukannya buku paket memang disediakan oleh Disdik buat sekolahan, kenapa jadi ajang sewa menyewa dan uangnya buat sewa gedung madrasah,” keluh MG warga sekitar sekolah SDN 01 Ciantra, Kamis (29/11) sore.

MG mengatakan, teman teman anaknya satu kelas rata di minta dan diwajibkan untuk membayar, yang intinya menurut wali kelas dan salah satu guru bernama Murni, itu perintah pimpinan sekolah SDN 01 Ciantra.

“Teman teman satu kelas rata diminta dan di wajibkan untuk membayar, karena kalau ditanya ini perintah Kepala Sekolah,” bebernya.

Lain hal dengan beberapa guru baik laki laki dan perempuan yang sempat ditemui di depan ruang kelas mengatakan, “Waduh saya kurang paham pak, langsung aja ke Kepala Sekolah, kan memang dia yang memerintahkan,” Kata Murni ketus.

Terbongkarnya dugaan praktek pungli yang di lakukan oknum pengajar SDN 01 Ciantra ini bermula dari chatingan grup WhatsApp Kelas 3C SDN 01 Ciantra. Dibeberapa chatingan tersebut dalam keadaan sadar wali kelas mengatakan pada tanggal 10/10/2018, jam 14.49 Wib. “Assalamualaikum, bapak/ibu, anak – anak diwajibkan untuk mempelajari paket tema 3, yang ada di sekolah dengan biaya Rp 8.000, – /paket. Dan uangnya akan digunakan buat sewa madrasah”.

Tidak hanya itu, dugaan praktek pungli terus berlanjut pada tanggal 13/11/2018 jam 09.19 wib yang mengatakan dalam chatingan tersebut, “Assalamualaikum karena akan diadakan pergantian raport kurtilas untuk kelas 3, jadi dikenakan biaya 70.000,- bisa dibayar sekarang ke bu Murni”.

Sementara berita ini diturunkan, pihak Kepala Sekolah SDN 01 Ciantra dan juga Kepala Dinas Pendidikan Kab.Bekasi belum bisa di mintai keterangan dikarenakan kesibukannya.(A.riri).