Medialiputanindonesia.com, (BEKASI) -Tumpukan sampah di Kali Pisang Batu di Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Kamis (3/1/2019).

Pemerintah Kabupaten Bekasi menyatakan tidak bisa langsung melakukan pengangkutan tumpukan sampah di Kali Pisang Batu, Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya.

Alasannya, pemerintah daerah perlu melakukan berbagai pertimbangan untuk mengangkut sampah yang didominasi dari rumah tangga ini.

“Kalau saya angkut sekarang, besok akan terjadi yang lebih besar lagi warga membuangnya,” kata Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Suprianto pada Jumat (4/1)

Hal itu dikatakan Dodi saat menanggapi adanya tumpukan sampah sepanjang 12 kilometer yang diduga tidak terangkut sejak setahun lalu di wilayah Tarumajaya.

Dodi menyatakan, sebetulnya pemerintah daerah telah mengetahui informasi itu sejak beberapa waktu lalu.

Namun pihaknya tidak bisa langsung mengangkut sampah itu begitu saja.

Hal ini berkaca pada pengalaman wilayah lain setelah petugas melakukan pembersihan tumpukan sampah.

Setelah sampah dibersihkan, keesokan harinya warga kembali membuang sampah dengan jumlah yang lebih besar.

“Kita berharap perlu adanya penindakan dari pihak Satpol PP, agar mereka jera membuang sampah sembarangan,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga kesulitan untuk memperluas pembuangan sampah resmi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Sejak 22 tahun, luas TPA Burangkeng hanya memiliki 11,8 hektar, bahkan sekarang sudah melebihi kapasitas dengan tumpukan sampah mencapai 30 meter.

Pemerintah menemui hambatan perluasan karena terkendala dengan belum dilakukannya revisi atas Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di wilayah setempat.

Menurut dia, dibutuhkan organisasi perangkat daerah (OPD) lain dalam mengubah RT RW tersebut.

“Kalau tata ruang sudah diubah bisa saja ada penataan dan perluasan lahan baru,” jelasnya.(A.riri/WK).