Foto Ilustrasi

JAKARTA (MLI) – “Menolak diam, terkait misteri wafatnya 527 Petugas KPPS dan wafatnya sembilang orang dalam Aksi Kedaulatan Rakyat.” demikian ditegaskan Inisiator Koalisi Milenial Nusantara (KMN), Wenry Anshory Putra di Jakarta dikutip dari Realita.co Selasa, (25/6/2019).

KMN mengungkapkan bahwa, ada tragedi kemanusiaan wafatnya 527 petugas KPPS (sesuai data Kemenkes) terkesan dianggap sebagai “sebuah kewajaran”, faktor kelelahan dituding sebagai penyebab dengan alasan Pemilu 2019 dilaksanakan serentak. Padahal menurut Tim Pemantauan Pemilu 2019 Komnas HAM dalam “KETERANGAN PERS. NO : 005/Humas/KH/V/2019” setidaknya ditemukan kelalaian dan pengabaian dalam aspek regulasi kepemiluan dan aspek jaminan kesehatan.

“Dalam hal ini KMN tetap pada tuntutan awal, yaitu harus dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut tuntas tragedi kemanusiaan tersebut,” tegas Wenry.

Menurutnya, pada aksi Kedaulatan Rakyat juga telah jatuh korban jiwa sembilan orang. Menurut Ketua Komnas HAM, ada dua orang di antaranya yang ditembak peluru tajam. KMN sangat setuju pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu yang mendesak agar adanya pengusutan. Karena, sampai detik ini belum ada kejelasan bagaimana dan siapa pelaku pembunuhan tersebut. “Oleh karena itu, KMN mengusulkan agar sebaiknya dibentuk “Tim Independen,” bebernya.

Wenry menambahkan, KMN hanya ingin mengingatkan kepada segenap komponen bangsa, salah satu tujuan Negara Republik Indonesia yang tercantum di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea ke-4 adalah “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.”

Dikatakannya, kita pun tidak boleh melupakan sila kedua Pancasila “Kemanusiaan yang adil dan beradab” dan sila kelima Pancasila “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, karena Pancasila adalah dasar negara dan pedoman kehidupan berbangsa bernegara.

” Oleh karena itu demi kedaulatan rakyat, maka KMN menyerukan kepada segenap komponen bangsa; Apapun agama kita, apapun suku kita, apapun etnis kita, apapun profesi kita, dan apapun pilihan politik kita, bersatulah mendesak pengusutan tuntas atas tragedi wafatnya 527 petugas KPPS dan 9 orang dalam Aksi Kedaulatan Rakyat,” pungkas dia.(Beby)