Medialiputanindonesia.com, (SINTANG- KALBAR) – Wakil Bupati Sintang, Drs. Askiman, MM memprakarsai pelaksanaan konferensi ketemenggungan internasional di Gedung Pancasila Sintang, Rabu (28/11/2018),malam.

Sebuah gelar teatrikal disajikan oleh Pemuda Tariu sebelum acara pembukaan dimulai.

Kegiatan ini bertema, “Melalui Konferensi Temenggung Internasional, Kami Menjaga dan Melestarikan System Hukum Adat Dayak Sebagai Tolak Ukur Dalam Berperilaku dan Bersikap Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Sang Pencipta, Sesama Mahluk CiptanNya”. Sebuah slogan berkumandang diseantero ruangan dengan ratusan orang yang hadir, Betungkat ke adat basa, bepegai ke pengatur pekara.

Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM selaku perwakilan Pemerintah Kabupaten Sintang dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta konferensi internasional temenggung yang hadir pada hari ini.

“Forum konferensi ini sangat bernilai strategis ini akan menajdi sejarah bagi kami di Kabupaten Sintang, untuk memberikan andil dalam upaya menghormati dan memperkuat keberadaan temenggung adat,” kata dia.

Menurut ia, di pemerintah kabupaten Sintang, temenggung adat sangatlah penting. Salah satunya, para temenggung di harapkan dapat menjadi kekuatan dari system control social dan instrument dalam mekanisme penyelesaian konflik lokal serta para temenggung dapat menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas kehidupan sosial yang beradap dan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal,”Ucap Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM di sela acara.

Ia berharap, konferensi ini dapat menghasilkan suatu kesepakatan dan keputusan bersama, yang akan membawa peningkatan kiprah para temenggung di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Acara tersebut dibuka oleh staf Ahli Gubernur Kalimantan Barat Bidang Sosial dan SDM, Ir. Sawal Bondoreso, MM.

Hal senada di jelaskan staf Ahli Gubernur Kalimantan Barat Bidang Sosial dan SDM, Ir. Sawal Bondoreso, MM, bahwa keberadaan temenggung sebagai pelaksana dalam mengurus hukum adat Dayak merupakan hal yang sangat diperlukan. Temenggung merupakan seorang fungsionaris yang menegakkan hukum adat dayak.“katanya.

Sawal menegaskan, bahwa temenggung menegakkan hukum adat dengan cara menimbang dan memutuskan serta meletakkan sanksi adat dengan sepatut-patutnya serta seadil-adilnya,” imbuhnya.

Masih menurut Ahli Staf Gubernur Kalbar. Ir. Sawal Bondoreso, MM, dengan keberadaan temenggung yang belum di kukuhkan, hal ini menyebabkan banyak masyarakat belum mengetahui hal ikwal ketemenggungan, Sehingga muncul ekses negatif terhadap temenggung di kalangan masyarakat Dayak,” katanya.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmiji dalam sambutan yang dibacakan oleh, Ir. Sawal Bondoreso, MM, berharap agar usai terselenggaranya konferensi temenggung internasional tahun 2018 ini, dapat mengukuhkan keberadaan para temenggung. Pengukuhan ini diharapkan dapat menjadikan para temenggung mampu menjalankan fungsinya untuk menegakkan hukum adat yang berlaku dalam masyarakat dayak.

Selanjutnya, Ia juga berharap hasil konferensi ini akan dapat meningkatkan kehidupan masyarakat adat dayak ke arah yang lebih baik dan sejahtera.

Ketua panitia, Abdul Syufriadi menyebutkan bahwa konferensi ini bertujuan untuk menjadi sarana bertemu para temenggungan untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab sebagai temenggung. Selain itu, keberadaan temenggung merupakan tanggung jawab bersama semua pihak yang peduli pada budaya dan tradisi Dayak.

“Hal yang ingin dicapai dari konferensi ini, ialah memelihara, melestarikan dan menjaga tatanan nilai sosial yang menjadi dasar terbentuknya tata hukum adat yang sejak lama telah menjadi pedoman di dalam bertingkah laku di masyarakat adat,” ungkap Abdul Syufriadi.

Turut hadir pada acara ini, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus; Ketua DPRD sekaligus Ketua DAD Kabupaten Sintang, Jeffray Edward; Mantan Bupati SIntang, Milton Crosby; Asisten Setda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Henri Harahap; Kepala BKPSDM Kabupaten Sintang, Palentinus; Kadisporapar Kabupaten Sintang, Hendrika Ika serta sejumlah perwakilan dari instansti vertikal di lingkungan Pemerintah Kabuapten Sintang.(Ahmad).