Jakarta (MLI) – Kasus pelecehan seksual terhadap seorang anak dibawah umur kerap terjadi dan Kali ini seorang bocah berusia 6 tahun menjadi korban pelecehan yang dilakukan oleh seorang pria dewasa.

Sudah berapa banyak korban pelecehan dan kekerasan terhadap Anak Balita di negara Indonesia ini. Seperti apa bentuk penegakan hukum, agar membuat efek jera pada pelaku. Lalu bagaimana peran pengawasan terhadap kasus – kasus seperti ini. Sampai kapan anak – anak dibawah umur akan menjadi korban.

Melihat kian maraknya kasus pelecehan seksual anak dibawah umur  Kilinik Hukum Gerakan Muda Kosgoro  yang di ketuai oleh Ratunisah SH melakukan pendampingan terhadap Korban dan keluarga korban sampai kasus ini selesai dan pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya.

Wahyuono  SH,  anggota dari Kilinik Hukum Gerakan Muda Kosgoro  selaku  kuasa hukum korban GA dalam memberikan  kerterangan di rumah kediaman korban dibilangan Jakarta, Minggu (02/06/2019) mengakatakan adanya kejanggalan proses hukum atas perkara ananda GA, lambatnya proses penanganan awal di tingkat penyidikan dan penyelidikan mengingat bukti permulaan sudah cukup sebagaimana KUHAP, sejak pelaporan tanggal 21 Desember 2018, tidak ada proses penangkapan secara sah, pelaku ditangkap atas arahan dari pihak penyidik Polres Jakarta Barat dimana penangkapkan pelaku dilakukan oleh Warga setempat tertanggal 9 Januari 2019.

Dikarenakan tempat kejadian perkara berada di wilayah hukum Jakarta Selatan maka pelaku dilimpahkan dari Polres Jakarta Barat ke Polres Jakarta Selatan Tertanggal 10 Januari 2019 kemuadian pertanggal 11 Januari 2019 dikeluarkan Surat Perintah Penahanan, kata Wahyuono.

Wahyuono menambahkan untuk kasus GA harus ditangani secara serius dan lebih obyektif. ” Kenapa harus serius, agar di kemudian hari tidak ada lagi korban seperti korban GA, kami meminta penegakan hukum mengambil keputusan seadil adilnya agar pelaku menerima hukuman yang setimpal atas perbuatan yang di lakukanya, agar supaya mendapat efek jera dan tidak terjadi lagi kasus serupa.

Pelaku dalam Kasus GA masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dan sidang lanjutan akan dilaksanakan pertengan bulan Juni 2019, dan harapan kami agar Majelis Hakim menghukum pelaku setimpal dengan perbuatannya tutup Wahyuono SH. (Hartono/Red)