MediaLiputanIndonesia.Com, (BEKASI) -10 orang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat diangkut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke markas besarnya di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Usut punya usut, mereka diangkut dalam operasi tangkap tangan (OTT) ke lembaga antirasuah itu sejak Minggu (14/10) hingga Senin (15/10) dini hari.

“Kami menduga ada transaksi terkait proses perizinan properti di Bekasi,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, Senin (15/10).

Basaria mengakui bahwa sejumlah ruangan di Pemkab Bekasi juga telah disegel untuk kepentingan pengamanan awal.

“Karena telah disegel, kami ingatkan agar tidak ada pihak-pihak yang mencoba melewati atau mengubah bentuk segel KPK Line tersebut,” tukas dia.

Diketahui sebelumnya, tujuh ruangan di lantai Dinas PUPR Kabupaten Bekasi disegel KPK, Minggu (14/10).

Salah seorang Pamdal yang enggan menyebutkan namanya membenarkan informasi penyegelan tersebut. Rombongan KPK datang sebanyak 3 orang terdiri dari dua orang pria, dan seorang wanita.

“Saya tak tahu mereka datang ke sini naik mobil apa. Yang pasti 3 orang bang. Tanpa memperlihatkan sehelai surat apapun. Tapi seorang memperlihatkan tanda pengenal KPK. Mereka menyegel pintu-pintu di lantai 1 dan semua jendela di lantai 1,” tuturnya.

Menurutnya, 3 orang petugas KPK itu tak banyak bicara saat memasuki lantai 1 gedung PUPR. “Mereka berada di dalam sekitar satu setengah jam bang. Mereka hanya bilang mau ngecek ruangan PUPR. Kemudian ya melakukan penyegelan-penyegelan itu di pintu-pintu dan jendela-jendela,” urainya.(A.riri/red).