Medialiputanindonesia.com, (BEKASI) – Panwascam Tambun Selatan menuai banyak kritik dari berbagai kalangan. Lantaran, penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) dilakukan kemarin diwilayahnya diduga tebang pilih. Hal itu dikritik oleh Caleg Partai Demokrat, dari Dapil 3 Daryanti Rustiana.

“Terkait APK yang masih terpasang di pohon, kalau saran saya memang itu tidak sesuai aturan lebih baik diturunkan saja, karena kita melihat estetika lingkungan, kalau memang pemasangan tidak baik dan tidak pada tempatnya kasihan pada lingkungan juga,” ucap Daryanti saat diwawancarai medialiputanindonesia.com, Kamis (29/11).

Terang dia, Satpol PP dan juga beberapa tim lain termasuk Panwas sendiri, jika ada APK yang melanggar segera sesuai dengan aturan yang ada, karena secara lingkungan tidak bagus dan tidak enak di lihat, lebih baik di turunkan saja. Panwas tidak boleh tebang pilih menindak APK salah satu caleg yang melanggar.

“Kalau saya lihat atribut Caleg Mariko tidak sesuai aturan, kalau menurut saya di turunkan saja, biar caleg berfikir tidak asal incumbent kemudian dia merasa punya wilayah, itukan memberikan pendidikan yang tidak baik kepada masyarakat,” tegas dia.

Menurutnya, dari pantauan dia, melihat ada beberapa pemasangan APK di Gedung Juang, itukan bukan tempat yang seharusnya di pasang, kemudian Underpass, depan sekolah, kantor kelurahan.

“Itu buat saya sudah salah satu pelanggaran, seharusnya Panwas sendiri mengkroscek kembali, walau bagaimanapun lingkungan harus kita jaga, termasuk baliho saya kalau tidak sesuai aturan saya perintahkan untuk di turunkan,” paparnya.

Sementara itu Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi Syaiful Bahri mengatakan Bawaslu Kabupaten Bekasi telah melakukan penertiban alat peraga kampanye dan bahan kampanya, sesuai dengan rencana yang dilakukan beberapa hari yang lalu.

“Hari ini kami menerjunkan semua personil pengawas, baik tingkat Kabupaten, tingkat Kecamatan, dan tingkat Desa, kegiatan hari ini dibagi di masing-masing Kecamatan, serentak 23 Kecamatan plus ditingkat Kabupaten Bekasi, Kita menyisir seluruh alat peraga yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undang, khusunya menyakut stiker yang ada di angkutan umum, kemudian alat peraga yang dipasang pepohonan kemudian yang ada di taman-taman kota,” katanya.

Untuk hasilnya menurut dia akan dievaluasi sementara oleh pihak Bawaslu apakah sudah melampui target. Saat ditanya APK yang tebang pilih di Kecamatan Tambun Selatan, kata Syaiful karena keterbatasan SDM dan luas wilayah yang menjadi faktor penyebab belum merata penertiban APK di Kecamatan Tambun Selatan.

“Terutama Tambun Selatan banyak perumahan dan Pol PP di tingkat Tambun Selatan posisinya terbatas, sehingga nanti kami evaluasi apakah akan memungkinkan untuk penertiban selanjutnya, malam ini akan kami evaluasi dan yang pasti tidak mungkin semuanya kita lakukan pembersihan karena ini kan khusus di jalan-jalan utama yang ada di Kecamatan masing-masing dulu,” tandasnya.

Sedangkan saat hendak dikonfirmasi Awak Media Komisioner Pengawas Kecamatan (Panwascam) Tambun Selatan, Ronny Harefa saat dihubungi tidak mau mengangkat telepon terkait persoalan APK yang diduga tebang pilih tersebut.(A.riri/mul).