Medialiputanindonesia.com, (BEKASI) – Gedung Juang ’45 yang berlokasi di Kabupaten Bekasi kini menjadi gedung peninggalan sejarah atau menjadi cagar budaya, karena identik dengan peninggalan sejak jaman perang kemerdekaan.

Keberadaan Gedung Juang ’45 sebagai benda cagar budaya,di atur berdasarkan peraturan atau undang-undang tentang cagar budaya.

Namun, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah mengeluarkan ijin yang memperbolehkan salah satu penyedia layanan wisata online Traveloka untuk menggunakan gedung tersebut menjadi tempat untuk membuat iklan Traveloka tersebut.

Ijin ini dikuatkan oleh keluarnya surat bernomor: 431/……/Disbudpora/2018 dengan perihal penggunaan Gedung Juang 45 yang ijinnya ditujukan kepada Picture Factory tertanggal …November 2018. Surat ini ditandatangani oleh Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi, Dra. Hj. Nani Suwarni. MM.

Menanggapi persoalan ini, Suryana Kusnadi selaku Ketua Bidang Eksekutif DPP LSM KOMPI, persoalan tersebut sebuah pelanggaran.

“Dengan adanya pemakaian Gedung Juang ’45 untuk syuting Traveloka bisa merusak nilai-nilai estetika benda cagar budaya dan bangunan sejarah,” tegasnya.

Hal tersebut jelas jelas sangat melanggar karena untuk bersifat komersil.

“Keluarnya ijin tersebut sangat bertentangan dengan peraturan yang berlaku seperti yang tertuang dalam Pasal 110 : Setiap 0rang yang tanpa izin Menteri, gubernur, atau bupati/wali k0ta mengubah fungsi ruang Situs Cagar Budaya dan/atau Kawasan Cagar Budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling sedikit Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).Pasal tersebut jelas dan kita akan mengambil tindakan hukum terhadap terbitnya surat tersebut,” tegas Suryana.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi, Dra. Hj. Nani Suwarni, MM Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsAppnya, pada Kamis (22/11/2018) belum memberikan tanggapan. (A.riri/Cep’s)