Medialiputanindonesia.com, (BEKASI) – Aiptu Sunaryo anggota Polsek Cikarang Selatan yang juga menjabat sebagai bhabinkamtibmas Desa Pasir Sari telah mengikuti rapat mingguan desa dalam rangka evaluasi dan analisa kinerja ke depan yang dilaksanakan pada Kamis (18/10) pagi.

Bertempat di aula kantor Desa Pasir Sari yang beralamat di Kp. Kamurang Rt 04/Rw 02, Desa Pasir Sari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Acara di ikuti dan dihadiri Kades Pasir Sari H. Para, Eka dari kesehatan puskesmas Desa Cibatu serta para kasi, kaur, perangkat dan aparat desa dengan jumlah peserta yang hadir mencapai 40 orang.

Dalam kesempatannya, Kades Pasir Sari menekankan kepada seluruh jajaran perangkat/aparat, kasi, kaur serta staf agar selalu dalam bekerja menjadi pelayanan masyarakat dengan hati yang tulus dan iklas. Dan agar dipersiakan acara tasyakuran ulang tahun desa benar benar di persiakan dengan baik dan matang serta di bentuk kepanitiaannya dengan benar,”kata Parta.

Parta menambahkan, ditujukan kepada para ketua Rt agar segera mendata lingkungan terhadap dan fasos yang belum nendapatakan bantuan pembangunab dari pemda.Kepada Ketua Rt segera mendata warga yang pra sejahtera untuk bisa di usulkan mendapatkan bantuan bantuan dari pemerintah daerah,”jelasnya.

Merujuk pengarahan dari Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Candra Sukma Kumara,SIK,MH melalui Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Alin Kuncoro,S.Pd di temui secara terpisah mengatakan.

“Ditekankan agar Bhabinkamtibmas mengawal dan memantau penggunaan anggaran dana desa, maka saat diminta saran oleh Kepala Desa, sebagai Bhabinkamtibmas wajib mengajak kepada semua peserta rapat supaya disiplin dan tepat sasaran dalam menggunakan anggaran dana desa, juga harus transparan dan sesuai dengan proposal yang diajukan ke bendahara untuk pencairan dana,”kata Alin.

Hal ini untuk antisipasi terjadi kesalahan dalam penggunaan anggaran jika sewaktu-waktu di audit oleh petugas yang berwenang, karena jika sampai ditemukan penyimpangan dalam penggunaan anggaran apalagi korupsi, misalnya pembengkakan / penggelembungan anggaran, proposal fiktif, bisa berakibat berurusan dengan hukum yang ancamannya masuk penjara,”tegas Kapolsek Cikarang Selatan Kompol alin Kuncoro.(A.riri).