Medialiputanindonesia.com, (JAKARTA) – Calon Wakil Presiden (Cawapres) Ma’ruf Amin mengomentari rencana Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) menggelar reuni. Menurut Cawapres pasangan calon (paslon) nomor urut 02 ini, reuni peserta Aksi Damai 212 tak perlu digelar.

Aksi Damai 212 adalah unjuk rasa umat muslim mengawal fatwa ulama atas kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Di pengadilan, Ahok terbukti menista Alquran, kitab suci Islam.

“Untuk apa reuni itu? Untuk apa?” kata Ma’ruf, wakil Calon Presiden (Capres) Joko Widodo alias Jokowi pada Pemilu Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2019, kepada pers di kediamannya di Jalan Situbondo, Jakarta Pusat, Selasa, 13 November 2018.

Ketua Umum (nonaktif) Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menegaskan jika diundang reuni, dirinya pasti tidak hadir. Alasannya, reuni alumni peserta aksi 212 pasti beragenda politik.

“Urusannya 212 sudah selesai. Kalau ada agenda politik tidak perlu (tidak perlu hadir),” tandas Ma’ruf seraya menambahkan reuni untuk silaturahim bagus-bagus saja.

Soal yang ditentangnya yakni bila reuni bertujuan politik. “Jangan kemudian menjadi gerakan politik tertentu untuk apa namanya, merobohkan gitu, loh, rezim, untuk mengganggu pemerintahan yang ada. Saya kira asal tidak dalam arti seperti itu, itu silaturahmi biasa saja. Saya kira bagus saja,” ucap Ma’ruf lagi.

Sebelumnya, Ketua PA 212 Slamet Ma’arif mengatakan reuni peserta Aksi Damai 212 tidak jauh berbeda dengan aksi pada 2016. Dia menyebut sudah ada beberapa peserta aksi yang menyewa gerbong kereta dan memesan tiket pesawat.

“Sedang dipertimbangkan, didiskusikan, dimusyawarahkan dengan panitia. Tidak beda jauh dengan 212 tahun 2016 dari berbagai provinsi sudah siap. Sudah ada yang sewa beberapa gerbong kereta. Sudah beli tiket pesawat. Insyaallah kita silaturahim lagi. Kita akan tausiah, zikir, sekaligus memperingati Maulid Nabi di hari Ahad, bulan Desember tanggal 2,” papar Slamet di kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenhopolhukam), Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2018).

Ditambahkan, salah satu bagian kegiatan reuni yakni tausiah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Bentuknya tausiah jarak jauh melalui pemutaran rekaman ceramah Rizieq yang kini masih di Arab Saudi.

“Kami akan dengarkan sambutan dan tausiah dari beliau di 212. Meski demikian kami fokus di 212 itu untuk silaturahim, untuk menyatukan umat, untuk berdoa bersama buat anak bangsa, sekaligus memperingati Maulid Nabi,” sambung Slamet.

Slamet mengatakan reuni digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. (A.Riri/ Pieter riri/RE).