Medialiputanindonesia.com (JAKARTA) – Janda dua kali Siska Icun Sulastri (34) adalah korban pembunuhan di Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan, merupakan warga asal Sukabumi.

Setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata Siska Icun Sulastri merupakan warga Sukabumi.Di Sukabumi Siska Icun Sulastri lahir dan tinggal bersama kedua orangtuanya di Kampung Buaya, RT 02/01, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi,Jawa Barat.

Orangtua yang hanya berprofesi sebagai petani kecil, membuat ekonomi keluarga Siska Icun Sulastri jauh dari berkecukupan.Dari penglihatan sekilas, rumah orangtua Siska Icun Sulastri cukup sederhana dan berlapis kayu triplek bahkan mirip seperti gubuk.

Selain itu, lokasinya yang terpencil bahkan terletak di tengah pesawahan, membuat rumah orangtua Siska Icun Sulastri ini sulit dijangkau oleh kendaraan roda empat bahkan roda dua. Ibunda dari Siska Icun Sulastri, Eti Karyati (53), mengatakan bahwa Siska juga kerap pulang ke rumah selama bekerja di Jakarta.

“Dia udah 5 tahun kerja di Jakarta. Dia suka pulang ke sini ada sebulan sekali, semunggi sekali,” kata Eti seperti di lansir TribunnewsBogor.com, Jumat (21/12/2018).

Eti menjelaskan bahwa Siska Icun Sulastri di Jakarta bekerja sebagai penjual obat suplemen di sebuah perusahaan yang bernama Synergy (synerprof).

“Dia di Jakarta jualan obat. Dia juga jualannya jauh-jauh. Tapi kadang dia juga suka ke kantornya di Jakarta,” katanya.

Rumah orangtua Siska Icun Sulastri kini cukup ramai didatangi kerabat karena pihak keluarga kini disibukan oleh gelaran tahlilan hari ketiga pasca dimakamkan di pemakaman keluarga tak jauh dari rumah orangtuanya itu pada Rabu (19/12/2018) lalu.

Seperti diberitakan banyak media sebelumnya, Siska Icun Sulastri (34) ditemukan tewas di Tower A, Apartemen Kebagusan City, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (16/12/2018) lalu.

Belakangan diketahui bahwa korban meregang nyawa di apartemen tersebut setelah bertemu seorang pria lewat aplikasi chating MeChat bernama Hidayat (22).

Bahkan usai menghabisi nyawa Sisca Icun Sulastri (34), HD (22) mengambil dua unit handphone dan sebuah kalung emas milik Siska.Guna menghilangkan jejaknya, HD mengubur dua unit handphone tersebut.

“Dua unit handphone korban diambil pelaku, dan dikubur di TPU Mangga di kawasan Gandaria Selatan, Jakarta Selatan,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Kamis (20/12/2018).

Sementara itu, kalung emas milik korban yang juga diambil telah ia jual di toko emas yang ada di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan.

“Untuk kalung emasnya telah pelaku jual di toko emas di kawasan Fatmawati,” papar Indra Jafar pada awak media.

Saat ini, pelaku sedang menjalani proses pemeriksaan secara insentif untuk menggali motif sesungguhnya, hingga pelaku tega menghabisi nyawa korban. Untuk sementara, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan, dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.

“Sementara pelaku dijerat Pasal 338 KUHP, saat ini masih terus kami dalami ya,” kata Indra pada awak media.

Siska Icun Sulastri ditemukan tewas di kamarnya yang berada di Tower A Apatemen Kalibata City, Pasar Minggu, pada Selasa (18/12/2018).Wanita berusia 34 tahun itu disinyalir menjadi korban pembunuhan dan pelaku pembunuhan HD (22) pun kini telah diamankan pihak kepolisian.

HD diamankan pada Kamis, (20/12/2018) kemarin di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.Seiring ditangkapnya pelaku pembunuhan Siska Icun Sulastri, motif pelaku nekat melancarkan aksinya pun mulai terungkap.

Dalam pengakuan awalnya, pelaku bernama Hidayat (22) mengaku sebagai seorang gigolo atau pria pemuas nafsu yang dijanjikan akan dibayar Rp 2 juta jika bersedia menemani korban.

Berdasarkan keterangan sementara, pelaku dan korban telah sepakat bertemu pada Minggu (16/12/2018) di kamar korban.Bahkan, sejak pagi hari korban terus menghubungi dan meminta pelaku agar menemaninya, serta menjanjikan uang sebesar Rp 2 juta.

Akhirnya, sekira pukul 17.30 WIB, pelaku tiba di Apartemen Kebagusan City dan menunggu korban menjemputnya di kolam renang.

Sisca Icun Sulastri yang bekerja sebagai tenaga pemasaran sebuah perusahaan MLM obat herbal ditemukan tewas pada Selasa (18/12/2018) di kamarnya yang berada di Tower A Apartemen Kebagusan City, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Korban pun menjemput HD, dan bersama sama naik ke lantai atas kamar apartemen korban. Setibanya di kamar, korban langsung mengganti pakaiannya dengan baju yang cukup transparan.

Selanjutnya, HD menagih janji uang sebesar Rp 2 juta pada korban, namun korban menolaknya dan meminta pelaku menemani korban terlebih dahulu sambil mengancam akan mengadukan pelaku ke istrinya.

“Korban dan pelaku berdebat, hingga pelaku nekat mengambil pisau untuk mengancam korban,” kata Andi dalam keterangannya.

Buntutnya, korban dan pelaku pun berebut pisau hingga baju korban tanggal, dan pelaku menusuk bagian ulu hati, dan pinggang kanan korban sebanyak dua kali.

“Korban masih melawan dan berteriak hingga disekap oleh pelaku menggunakan tangannya, pelaku pun kembali menusuk nadi lengan kiri korban,” papar Andi.

Akhirnya, korban pun terlihat sudah tidak memberikan perlawanan dan HD segera pergi membawa dompet dan unit handphone korban serta pisau yang digunakannya untuk menusuk korban.

“Dalam perjalanan pulang, pelaku membuang dompet, pisau, jaket, dan kaosnya, sementara handphone korban disembunyikan di kuburan sekitar,” ujar Andi.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar menuturkan, awal mula perkenalan pelaku dengan korban melalui aplikasi percakapan bernama MiChat.Lewat aplikasi tersebut, keduanya berjumpa dan berkenalan dan berjumpa, hingga akhirnya memutuskan kembali bertemu pada Minggu (16/12/2018) di kamar Apartemen korban.

“Keduanya berkenalan melalui aplikasi chatting bernama Michat,” kata Indra Jafar di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (20/12/2018).

Tak disangka, awal manis perjumpaan keduanya harus berakhir dengan kematian Sisca.Ketika berjumpa untuk berkencan, HD menagih janji Siska Icun Sulastri yang mengiming-iminginya uang sebesar Rp 2 juta.

Namun, tidak dipenuhi Siska Icun Sulastri hingga akhirnya kedua terlibat cekcok hingga kontak fisik.Buntutnya, HD pun gelap mata dan menghujat tubuh Siska menggunakan pisau dapur di bagian ulu hati, pinggul, dan lengan Siska.

HD (22), pembunuh Siska Icun Sulastri (34), telah berstatus menikah dan memiliki seorang anak. Hal tersebut, dijelaskan oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar ketika memimpin ungkap kasusnya di Mapolrestro Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru.

“Pelaku telah menikah dan memiliki seorang anak,” kata Kombes Pol Indra Jafar di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kamis (20/12/2018).

Sementara itu, korban Siska Icun Sulastri diketahui sudah bertunangan dengan seorang pria, di hari ketika ia ditemukan meninggal dunia di kamarnya yang berada di Tower A Apartemen Kebagusan City, pada Selasa (18/12/2018).

Sebelum bertunangan, Siska Icun Sulastri pun diketahui ternyata sudah sempat mengarungi bahtera rumah tangga sebanyak dua kali.Namun, dua kali pernikahan tersebut berujung dengan perpisahan hingga menyebabkan korbanya menyandang status ‘janda’.

“Sementara korban ini berstatus janda, yang sudah menikah sebanyak dua kali,” ucap Indra.(A.riri/Piter.riri).