Medialiputanindonesia.com, (BEKASI) – Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Kabupaten Bekasi, akhirnya mengambil sikap tegas dengan melakukan penertiban 85 bangunan liar bersama aparat Kepolisian, TNI dan instansi lainnya, milik dari PJT II di dua Desa sepanjang jalan Inspeksi Kalimalang Desa Cibatu dan Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat pada hari ini, Selasa (13/11/2018) pagi tadi.

Diketahui, Satpol PP Kabupaten Bekasi berencana melakukan penertiban bangunan liar (bangli) yang berada di atas lahan PJT di sepanjang Kalimalang dari Tegal Gede sampai Perbatasan Karawang. Penertiban akan dilakukan selama tiga hari, yakni tanggal 13, 14 dan 15 November 2018 mendatang.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bekasi Drs.Hudaya menerangkan,bahwa penertiban di mulai hari ini dan di bagi menjadi tiga fase,13,14 dan 15 november 2018 mendatang,” kata dia.

Ia juga menegaskan,selain anggota Satpol PP, penertiban bangli ini juga melibatkan aparatur kepolisian, TNI, Dishub hingga Kejaksaan, mencapai 544 personil gabungan,dengan rincian, Polres Metro Bekasi dan Polsek 163 Personil, Sat Pol PP Kab.Bekasi 270 personil, Dishub kab.Bekasi 11 personil serta TNI 100 personil.

Seperti pernah di beritakan medialiputanindonesia.com sebelumnya,di ungkapkan Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi, Hudaya agar keberadaan bangunan liar berkedok prostitusi yang rencannya akan dibongkar dan tidak berdiri lagi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalimalang.

“Satpol PP tidak akan mungkin mengawasi secara terus menerus, karena jumlah personelnya terbatas, sehingga perlu adanya kerjasama dari pihak pengairan, yakni PJT selaku pemilik lahan,” kata Hudaya, Jum’at (09/11).

Hudaya menambahkan, tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak, khususnya pemilik lahan, diakuinya pengawasan terkait dengan bangunan liar tidak akan selesai. Untuk itu, dibutuhkan kerjasamanya supaya areal ataupun lokasi yang dilarang bebas dari bangunan liar.

“Karena tanpa adanya izin katakan dari oknum pemilik lahan, ya nggak mungkin juga masyarakat berani bikin bangunan di tanah negara sehingga jika ada bangunan liar yang mulai berdiri setelah penertiban itu harus ditindaklanjuti dan jangan dibiarkan sampai banyak menjamur seperti sekarang,” tuturnya.

Hudaya juga meminta, agar personil yang melaksanakan pembongkaran hari ini dan dua hari kedepan, dilakukan secara humanis, dan jangan memakai cara kekerasan. Rencana kegiatan akan di laksanakan selama tiga hari berturut-turut, mulai dari wilayah Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan s/d Desa Pasir Tanjung Kecamatan Cikarang Pusat (Red-perbatasan dengan Kab.Karawang),”jelas KasatPol PP Kabupaten bekasi.

Terpisah, Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Alin Kuncoro menjelaskan, pada pelaksanaan eksekusi bangunan liar yang berlangsung hari ini, berlangsung kondusif. Pembongkaran dilakukan dengan menggunakan satu unit alat berat/beco dan saat ini sudah kurang lebih 15 bangli (bangunan warung remang remang) yang sudah di bongkar dari jumlah 85 bangunan liar,”kata Alin.

Masih menurut Alin, tugas dari pihak, baik aparat Kepolisian, TNI dan lainnya hanya membackup kinerja Satpol PP pada pelaksanaan pembongkaran dan melakukan pengamanan secara terbuka mau pun tertutup. Kita lihat beberapa penghuni bangli sudah membongkar sendiri bangunannya dan mengeluarkan barang barang miliknya,”bebernya.

Selama kegiatan pembongkaran hari pertama tidak ada protes dan perlawanan dari penghuni bangli,semua berjalan aman dan kondusif. Selama Penertiban di saksikan juga oleh Ormas Islam dari FORKAMMI.(A.riri).