Medialiputanindonesia.com, (JAKARTA) – Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) naik setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan. BI memutuskan menaikkan suku bunga 7-hari Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6 persen. SEMENTARA tingkat deposit facility Menjadi sebesar 5,25 Persen Dan suku bunga fasilitas pinjaman sebesar 6,75 Persen.

Reuters melansir, rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah dibuka pada posisi Rp14.785, menguat hingga posisi tertingginya di Rp14.640. Meski demikian, secara langsung year-to-date (YTD), rupiah masih melemah 7,9 persen.

Keputusan menaikkan suku bunga dikeluarkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 14-15 November 2018. Kenaikan berlaku efektif mulai 16 November 2018.

“Rapat Dewan Gubernur BI pada tanggal 14-15 November 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7-hari Reverse Repo Rate menjadi 6 persen,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta.

Perry mendeskripsikan apa yang disebut upaya stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan, serta mendukung pemulihan ekonomi domestik.

Kenaikan suku bunga acuan atau defisit transaksi atau Current Account Defisit (CAD) di bawah tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) 2018 dan 2,5 persen terhadap PDB pada tahun mendatang.

BI memproyeksi defisit transaksi berjalan atau Defisit Akun Berjalan (CAD) selama 2018 tetap aman di bawah tiga persen terhadap PDB. Bahkan pada tahun depan, CAD Hadiah mencapai 2,5 persen terhadap PDB.

Namun demikian, CAD pada triwulan III 2018 tepatnya membengkak hingga USD8,8 miliar atau 3,37 persen terhadap PDB. Angka ini melebar dibandingkan jumlah yang sebelumnya mencapai tiga persen terhadap PDB dan periode yang sama tahun sebesar 1,65 persen terhadap PDB.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pihaknya akan fokus mengubah CAD. Dalam jangka pendek, masalah CAD adalah aliran modal, yaitu kondisi global yang masih menyala ketidakpastian.

Meski demikian, menurut Perry, bank sentral akan tetap fokus menurunkan CAD, meskipun baru akan terasa dalam beberapa waktu ke depan. BI dan pemerintah juga akan tetap berkoordinasi untuk mengubah CAD.

“Pemerintah menempuh sejumlah langkah menurunkan CAD. Kami juga demikian. Kan, langkah-langkah ini perlu waktu bisa menimbulkan ke CAD, ”jelasnya.

Perry menuturkan, pihaknya juga telah mengambil sejumlah langkah untuk mengubah CAD. Salahakan adalah menaikkan suku bunga acuan. Selanjutnya, BI juga meningkatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sesuai dengan perilaku pasar.(A.riri/Piter riri).