Medialiputanindonesia.com, (SUKABUMI) – Sosok siswa Kelas 3 SD ini, Muklis Abdul Kholik alias Adul (9), mendadak viral. Kegigihannya mengispirasi banyak orang. Meski harus merangkak sejauh 3 Km melintasi medan yang berat, ia tetap sekolah.

Meski menyandang disabilitas, keterbatasan fisiknya tak membuat semangatnya mengendur untuk mengejar pendidikan. Ia tampa licah meski berjalan dengan tangan di depan dan kedua kakinya di belakang. Ia bahkan, tak ingin dikasihani orang lain.

Adul merupakan anak asuh pasangan suami istri (pasutri) Dadan (50) dan Pipin (45), warga Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat (Jabar). Tak cuma jalanan terjal, ia juga harus melintasi jembatan bambu saat pergi dan pulang sekolah di SDN 10 Cibadak.

Sebenarnya ada keluarganya yang bersedia mengantar dan menjemputnya dari dan ke sekolah. Namun Adul menolaknya. Ia beralasan tak ingin merepotkan orang lain. “Sejak kelas 3 ia tak mau digendong ayahnya ke sekolah,” kata Pipin seperti dilansir detik.com, Senin (12/11/2018).

Tidak ada rasa malas menyergap Adul untuk belajar di sekolah. Ia tetap semangat, meski kondisi fisiknya terbatas. Saat ditanya, Adul bercita-cita ingin jadi petugas pemadam kebakaran.

Kepala Sekolah SDN 10 Sukabumi Epi Mulyadi mengatakan, Adul merupakan siswa berprestasi. Ia masuk dalam 10 besar siswa terpandai di kelasnya.

“Dia ini bukan tipe anak yang pemurung. Setiap hari dia aktif bergerak meskipun dalam kondisi fisik terbatas. Bukan dia yang kita motivasi, justru teman-teman serta mungkin guru di tempat ini yang termotivasi oleh semangatnya untuk sekolah dan belajar,” sebutnya.

Anak inspiratif ini ternyata punya mimpi berjumpa dengan Presiden Jokowi. “Ingin salaman sama pak presiden, Presiden Jokowi,” kata Adul.

Semangat Adul bersekolah meski merangkak ini telah menggetarkan hati relawan dan dermawan. Sejumlah keinginan Adul mereka penuhi salah satunya peralatan sekolah. Tidak hanya itu, komunitas relawan sosial Sahabat Kristiawan Peduli (SKP) bahkan membebaskan utang orang tua asuh Adul ke koperasi sebesar Rp 5 juta.

“Begitu mengetahui kisah anak ini kami langsung tergugah dan mendatangi kediaman rumah Adul. Informasi yang saya dapat adik Adul ini ingin mendapat tongkat untuk membantu berjalan dan peralatan sekolah baru,” kata Kristiawan Saputra, ketua relawan SKP.(A.riri/red).