Medialiputanindonesia.com, (BEKASI) – Insiden pembakaran bendera yang diduga bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh oknum anggota Banser di Garut, Jawa Barat yang dilakukan saat peringatan Hari Santri Nasional mengundang banyak reaksi organisasi Islam di Indonesia.

Untuk mengantisipasi reaksi yang berlebihan di wilayah Kecamatan Cikarang Selatan, Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Alin Kuncoro, S.Pd Melalui anggota Bhabinkamtibmas Desa Sukaresmi Aiptu Sutejo berkunjung ke salah satu tokoh agama di Cikarang Selatan Ustad Husni Mubaroq, yang beralamat di Kp Leweung Malang Rt 01/ Rw 03 serta mengajak masyarakat agar menjaga Cikarang Selatan sebagai rumah bersama dengan berpegang teguh pada nilai-nilai leluhur budaya Kabupaten Bekasi, yaitu saling memanusiakan / menghargai, saling mengingatkan, dan saling menghormati.

“Kecamatan Cikarang Selatan rumah kita bersama. Mari jaga rumah kita ini dengan kembali ke nilai nilai leluhur budaya orang bekasi,” kata Alin via telepon, Kamis (25/10/2018) siang tadi.

Ia berharap masyarakat Cikarang Selatan tidak mudah tersulut provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab serta tidak mengaitkan kasus pembakaran panji Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan kalimat sakral agama Islam.

“Ini demi menjaga Cikarang Selatan yang aman dan damai. Kejadian di Garut sudah ditangani pihak Kepolisian setempat dan kita serahkan segalanya ke proses hukum yang ada,” ujar Alin.

Ia menjelaskan insiden pembakaran bendera yang identik dengan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada saat acara Hari Santri Nasional di Limbangan Garut, Jawa Barat beberapa hari lalu sudah melalui proses penyelidikan Polda Jawa Barat dan Polres Garut.

Berdasarkan hasil penyelidikan, bendera yang dimaksud bukan simbol atau kalimat sakral dari agama tertentu, melainkan merupakan panji HTI organisasi yang telah dilarang oleh pemerintah.

Sebelum peringatan Hari Santri Nasional di gelar di Limbangan Garut tersebut, semua organisasi Islam dari berbagai elemen awalnya telah sepakat tidak ada bendera atau panji-panji yang dikibarkan pada saat acara kecuali bendera merah putih.

“Namun ada beberapa orang membawa panji HTI sehingga terjadi insiden pembakaran,” Alin menandaskan.(A.riri).