Medialiputanindonesia.com, (BEKASI) – Para Calon Anggota Legislatif (Caleg) di Kabupaten Bekasi sudah mulai ramai memasang Alat Peraga Kampanye (APK).

Namun sayang, sejumlah caleg masih kedapatan melakukan pelanggaran kampanye. Salah satunya yaitu memasang APK di pohon dengan cara dipaku yang dapat merusak lingkungan dan menganggu kebersihan lingkungan.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bekasi, Syaiful Bahri mengatakan pemasangan APK di pohon dengan cara dipaku tidak dilarang secara detail di dalam Peraturan KPU No 23 Tahun 2018.Akan tetapi Bawaslu akan melayangkan surat peringatan yang sifatnya administratif.

“Karena di regulasi itu tempat yang dilarang untuk dipasang APK adalah tempat ibadah, rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah dan bangunan lembaga pendidikan atau sekolah,” kata Syaiful Bahri, Rabu (07/11).

Hanya saja, jika mengacu kepada Pasal 34 ayat 5 Peraturan KPU No 23 Tahun 2018 disebutkan bahwa pemasangan APK itu harus mempertimbangkan etika, estetika, kebersihan, dan keindahan kota atau kawasan setempat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Jadi kalau menyangkut perundang-undangan yang lain yakni UU Lingkungan Hidup dan Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Umum itu memang diatur, sehingga senin (26/11/2018)kita akan melakukan kordinasi,dan Kamis (26/11/2018)sudah bisa terlaksana penertiban.Rencananya Bawaslu,Panwascam beserta Kasatpol PP, KPU,Dishub dan stake holder yakni partai politik akan berkoordinasi untuk menertibkan itu agar lingkungan dan estetika kita tetap terjaga.Tentunya kenapa baru hari ini, Bawaslu kab.Bekasi menunggu SK KPU tentang lokasi penempatan yang baru saja di revisi” ungkapnya.

Syaiful juga menjelaskan, khusus diangkot Bawaslu akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan satlantas Polres Metro Bekasi untuk membantu mencopot one way yang ada di angkot. Pada umumnya pembersihan APK akan di lakukan di seluruh Kabupaten bekasi yang melibatkan Panwascam dan Panwas desa yang ada di wilayahnya masing masing. Akan tetapi di tingkat Kabupaten akan di fokuskan di jalan raya utama yang ada diKabupaten Bekasi,setidak tidaknya dari jalan raya Tambun sampai dengan Kedungwaringin,” tuturnya.

Syaiful menambahkan, untuk di tingkat Kecamatan sendiri itu di laksanakan di wilayahnya masing masing dalam satu hari kerja.Dan intinya target dari kegiatan pembersihan APK yang pertama angkot,kedua alat peraga yang pemasangannya salah,seperti tempat ibadah, sarana pendidikan dan tempat tempat pemerintahan dan termasuk APK yang di pasang di pohon dengan cara di paku. “Nanti saya akan ingatkan kembali agar ketika memasang APK itu di pohon itu tidak dengan tidak dipaku,” tandasnya. (A.riri).