Medialiputanindonesia.com, (BEKASI) – Menjelang Pemilu 2019 banyak instansi,ormas dan lainnya berupaya mengajak masyarakat untuk ikut dalam menyampaikan hak suaranya, hal ini disampaikan baik melalui temu ramah maupun lewat spanduk ajakan ikut Pemilu 2019.

Terkait kemungkinan terjadinya situasi yang rawan dalam Pemilu 2019 ini disampaikan bahwa hal tersebut kemungkinannya cukup kecil, mengingat tingkat kepedulian masyarakat saat ini terhadap pemilu sangat kurang, bahkan bisa dikatakan tidak terlalu peduli.

Seandainya ada kepedulian hanya di tingkat internal parpol saja yang penuh dengan kepentingan. Ketidak pedulian masyarakat terhadap pemilu dapat dilihat dari beberapa pemilu maupun pilkada walikota dan bupati. Penyebab hal itu terjadi bisa dikarenakan oleh beberapa hal yaitu antara lain, tidak adanya caleg yang menjadi pilihan, tidak dikenal atau tidak layak untuk dipilih.

Manfaat pemilu secara nyata bagi masyarakat saat ini tidak banyak merubah nasib atau kehidupannya. Sosialisasi para calon yang salah, yaitu tidak menyentuh atau memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, hanya sebatas memajang foto atau gambar dan membagi-bagikan barang dan sejumlah uang supaya dipilih. Sering terjadi politik uang, sehingga terbentuk sikap dalam masyarakat, mau menyampaikan hak pilihnya apabila ada yang mau membayar, kalau tidak mereka malas untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Untuk menyikapi hal tersebut, Kepolisian Sektor Cibarusah melalui Bripka Sidik Purnama melaksanakan pemasangan spanduk Tiga Pilar dan KPU, terkait himbauan gunakan hak pilih pada Pungut Suara di TPS Pada Pemilu pileg pilpres 2019 mendatang. Sabtu (09/02) pukul 16.00 Wib kemarin.

“Kegiatan pemasangan spanduk Tiga Pilar dan KPU, terkait himbauan gunakan hak pilih pada Pungut Suara di TPS Pada Pemilu pileg pilpres 2019, bertempat di simpang Tiga Pasar Cibarusah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi Jawa Barat,” kata Bripka Sidik Purnama di sela kegiatan pemasangan spanduk.

Terpisah, Kepala Kepolisian Sektor Cibarusah menjelaskan, dengan situasi dan kondisi seperti sekarang ini, ajakan atau sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan hak suaranya dan datang ke TPS perlu dibuat metode yang tidak hanya sekedar mengajak, tetapi memberikan rangsangan agar keinginan masyarakat bisa timbul seperti contoh dengan mengadakan acara ‘lucky draw’ di TPS, melakukan undian berhadiah yaitu surat undangan pemilih (C-6) diundi untuk mendapatkan hadiah yang menarik, serta pemasangan spanduk himbauan, metode seperti ini bisa disosialisaikan mulai dari KPU sampai ke tingkat PPS, sehingga bisa menekan angka golput,” jelas AKP Sukarman, SH ketika ditemui medialiputanindonesia.com di Mapolsek Cibarusah, Bekasi, Minggu (10/02) pagi tadi.

Menurut Sukarman, Kegiatan pamasangan spanduk sangat positif. Pemasangan spanduk di jalan ramai yang banyak dilalui masyarakat akan lebih efektif dan juga menyetuh masyarakat secara langsung,” katanya.

Lebih lanjut Sukarman menerangkan,perlunya KPU meningkatkan sosialisasi dan penyebaran informasi teknis pencoblosan ditempat pemungutan suara (TPS) ke tengah masyarakat, sehingga diharapkan masyarakat memiliki semangat datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Program yang dijalankan oleh KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih sudah bagus yaitu adanya Relawan Demokrasi (Relasi), namun faktanya kegiatan Relasi hingga saat ini belum berjalan dengan baik dan tidak menyentuh ke seluruh lapisan masyarakat terutama masyarakat bawah, padahal mereka memiliki keinginan memilih cukup tinggi.

Caleg peserta Pemilu, masih menurut Sukarman, yang melakukan pelanggaran juga harusnya ditindak tegas oleh Penyelenggara Pemilu. Masyarakat juga wajib berpartisipasi menyukseskan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 17 April 2019, sebab hasil Pemilu dapat mempengaruhi nasib bangsa Indonesia lima tahun ke depan. Masyarakat diminta untuk tidak golput namun justru memilih pemimpin yang cerdas berkualitas,” pungkas Kapolsek Cibarusah.(A.riri).