Medialiputanindonesia.com, (BANDUNG) – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Pasangan Calon (Paslon) Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno ternyata tak cuma berhasil menggalang “The Power of Emak-emak”.

Tim sukses (timses) kandidat nomor urut 02 pada Pemilu Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2019 juga sukses menggalang kekuatan jenderal TNI dan Polri purnawirawan. Unsur TNI dimaksud berasal dari tiga matra: Angkatan Darat, Udara, dan Angkatan Laut.

Direktur Penggalangan BPN Paslon Prabowo-Sandiaga Mayjen TNI (Purn.) Glenny Kairupan mengungkapkan hal itu saat berbicara di acara Konferensi Konfederasi Relawan Partisipasi Mandiri (KR PADI) Jawa Barat (Jabar) di Bandung, Sabtu malam, 20 Oktober 2018. Jumlahnya kini sekitar 350 orang, dan akan terus bertambah.

“Sudah ada 350 orang jenderal TNI purnawirawan dari Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut. Bahkan, tiga hari yang lalu, Prabowo-Sandiaga juga dapat dukungan jenderal polisi purnawirawan. Mereka masuk sebagai relawan pemenangan,” ungkap Glenny.

Tak disebutkan angka pasti jumlah jenderal purnabakti polisi yang berdiri di barisan relawan dimaksud. Hal pasti, jenderal polisi purnawirawan sekarang tak lagi cuma ada di tim pemenangan paslon petahana Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Dengan demikian, kata Glenny, duet opisisi tak cuma mendulang dukungan penuh kalangan ibu-ibu atau emak-emak. “Jadi yang bergerak sekarang bukan cuma emak-emak. Kalangan jenderal purnawirawan juga berada di belakang Prabowo-Sandiaga. Selanjutnya, malam ini, ratusan remaja dan pemuda Jabar dari berbagai latar belakang sepakat bergabung dalam Konfederasi Relawan PADI,” paparnya.

Pakar filsafat Rocky Gerung, yang menjadi narasumber diskusi publik rangkaian Konferensi Relawan PADI Jabar, juga menyinggung fenomena dukungan kaum emak-emak kepada kandidat Prabowo-Sandiaga. Menurutnya, kalangan ibu-ibu memberikan dukungannya kepada duet nomor urut 02 sebab mereka ingin perubahan kepemimpinan nasional.

“Emak-emak tak tahan lagi atas kebohongan selama ini, yang demikian vulgar. Dan, kekuatan emak-emak ini akan sulit ditandingi oleh kekuasaan, karena ia berangkat dari nurani. Mereka bukan semata-mata ingin pergantian sosok presiden namun karena ingin perubahan yang lebih baik,” papar Rocky pada diskusi dimoderatori Jenni Retno, calon legislator (caleg) DPRD Provinsi Jabar daerah pemilihan (dapil) Jabar II asal Partai Gerindra.

Rocky menyebutkan beberapa contoh kasus kebohongan pemerintah. Antara lain, protes kaum ibu atas memburuknya pelayanan kesehatan akibat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang bangkrut belakangan.

“Premisnya adalah hak ibu mendapatkan susu gratis buat anaknya hilang akibat duit BPJS dipakai untuk membiayai pembangunan jalan tol yang dibangun tanpa kalkulasi keadilan. Jalan yang dibangun di Papua kini dipenuhi rumput sebab tidak dipakai. Ini kacau, kan?” ulas Rocky lagi.

Dalam sesi tanya-jawab yang berlangsung hingga menjelang tengah malam, Rocky mengingatkan jaringan Konfederasi Relawan PADI Jabar memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kondisi riil politik pemerintahan kepada kaum ibu-ibu. Dalam sejumlah kasus faktanya dimanipulasi sedemikian rupa melalui penguasaan media massa.

Diskusi publik diikuti sekitar 600 relawan perwakilan berbagai komunitas, paguyuban, dan padepokan dari kabupaten/kota se-Jabar. Atas antusiasme relawan PADI, Rocky Gerung menawarkan untuk mengisi kelas khusus peningkatan kecakapan juru kampanye mandiri ini dalam menjalankan kampanye door to door hingga pelosok desa.(A.riri/RE).