MedialiputaIndonesia.com, (BEKASI) – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta agar kendaraan Over Dimensi dan Over Load (ODOL) tidak melintas di Jalan tol Jakarta Cikampek.

Hal itu diungkapkan saat rapat terkait penerapan ganjil genap di Gerbang Tol Tambun bersama sejumlah intansi di ruang rapat Apartemen Grand Dikha City, Kota Bekasi, Selasa, (20/11) kemarin.

“Penjelasannya, bukan mereka (truk terindikasi ODOL) tidak boleh masuk. Untuk kondisi critical seperti ini, tolong dihargai hak-hak pengguna jalan tol lain,” tegas Budi.

Apabila dipaksakan akan ditilang di jalan tol. Pihaknya menegaskan telah berkodinasi dengan kepolisan untuk meningkatkan intensitas pengawasan di jalan tol Jakarta Cikampek. Kepolisian nantinya tidak segan melakukan penilangan dan mengarahkan kendaraan muatan berlebih untuk keluar dari jalan tol.

Budi juga menekankan bahwa stakeholder proyek juga harus menghitung sekali bahwa kegiatan konstruksinya tidak mengakibatkan kemacetan yang signifikan.

“Sebagai contoh KCIC, jangan berkegiatan disini dulu, di tempat yang lain. LRT juga, juga ada satu kegiatan di KM 14 di Kali Bekasi, saya minta ditunda untuk berapa bulan ke depan,”ungkapnya.

Dalam rapat tersebut pihaknya juga menyepakati perluasan kebijakan ganjil genap hingga ke GT Tambun. Rencananya, kebijakan tersebut akan diberlakukan pada awal Desember 2018.

Diketahui, sebagai salah satu jalur transportasi strategis, beban lalu lintas di Jalan Tol Japek telah melebihi V/C Ratio.Ditambah lagi, terdapat beberapa Proyek Strategis Nasional yang pembangunannya bersamaan di sekitar Jalan Tol Japek eksisting, seperti Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, Light Rail Transport (LRT) Jakarta-Bekasi Timur, kereta cepat Jakarta-Bandung, Jalan Tol JORR II Cibitung – Cilincing dan Cibitung – Cimanggis. Akibatnya, sering terjadi kepadatan kendaraan di jalan tol tersebut. (A.riri/Bc).