Medialiputanindonesia.com, (NAGAN RAYA, ACEH) – Masyarakat mengenalnya dengan nama Ori. Bahkan sebagian masyarakat memanggilnya dengan nama si Lem (karena sehari-hari menghisap lem). Beragam kisah kenapa remaja belasan tahun ini mengalami gangguan jiwa, ada yang mengatakan awal mula ketika bencana besar tsunami yang memporak porandakan provinsi Aceh,namun sebagian lain masyarakat menyebut gangguan kejiwaan Ori di karena remaja tersebut sering menghisap lem yang pernah trend di kalangan anak jalanan.

Ori hidup di sebuah Desa kecil bernama Simpang Peut, Kuala, Kab.Nagan Raya, Provinsi Nangroe Aceh Darusalam (NAD) setelah tsunami menerjang tahun 2004 silam. Masyarakat Simpang Peut sangat memperhatikan Ori. Mereka merasa iba melihat remaja yang mempunyai gangguan mentalnya ini. Bahkan jika lebaran tiba, Ori termasuk yang paling istimewa karena banyak mendapat hadiah baju lebaran. Jika lapar melanda Ori akan pergi kemanapun remaja ini suka, maka masyarakat akan memberikannya makanan. Mungkin karena itulah Ori tidak mau pergi dari Simpang Peut, Nagan Raya itu karena ia merasakan nyaman tinggal dikota kecil itu.

Kini nama Ori menjadi terkenal dan viral di media sosial lantaran spanduk atas nama dirinya yang di calegkan menuju DPRK Nagan Raya nomor urut 5. Di spanduk tersebut Ori terlihat keren menggunakan jas hitam dengan rambut rapi mengkilap, belum lagi gelar sarjana sosial (SE) diujung akhiran namanya.

Anehnya Ori tidak di usung melalui partai manapun. Tidak dijelaskan Ori caleg dari partai mana, namun motto disamping gambarnya keren bertuliskan :

“hidup ini penuh pengorbanan, siap berkorban untuk hidup, Mohon Doa dan Dana”

Dimedia sosial masyarakat Nagan Raya kini mulai ramai bertebaran foto Ori sebagai Caleg DPRK Nagan. Tentunya peristiwa ini memiliki sensasi tersendiri bagi masyarakat. Tahun politik yang biasanya kaku menjadi sedikit mencair dengan adanya peristiwa seperti ini. (A.riri/ST).

Sumber : INDESIA.ID